skip to Main Content

Adaptasi Perusahaan Migas Nasional di Era Transisi Geopolitik

Aspermigas menyampaikan dalam keynote speech pada Seminar Geopolitik Nasional dengan judul “Adaptasi Perusahaan Migas Nasional di Era Transisi Geopolitik”. Seminar ini diinisiasi oleh Ikatan Ahli Geologi ITB (IAGL) pada Sabtu, 26 April 2026, di Gedung Aneka Tambang, Jl. Simatupang, Jakarta Selatan. Thema Seminar Nasional yang diangkat adalah “Dinamika Geopolitik Dunia terhadap Sustainability Industri Minerba, Minyak dan Gas Bumi Nasional”.
Dalam acara tersebut Ketua Aspermigas menunjuk Ketua Bidang Hulu Migas, EOR/IOR Sugeng Riyono, PhD., untuk menyampaikan keynote speech. Dalam pemaparan Keynote speech pada Sesi 1 Pembicara Aspermigas berpasangan dengan Dirjen Minerba, Dr. Ing. Tri Winarno, ST., MT., membawakan topik “Optimalisasi Nilai Tambah Mineral dan Batubara Menghadapi Tekanan Energi Nasional”.
Sugeng Riyono, menyampaikan poin-poin penting dalam kemandirian energi migas dan mewujudkan Sustainability terutama pada era transisi geopolitik saat ini. Antara lain, percepatan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi eksplorasi, serta implementasi Improved oil recovery maupun Enhanced oil recovery dengan menerapkan prinsip Environment, Social, Governance (ESG) secara berkelanjutan. Ukuran metrik Sustainability Development Goals) SDGs harus selalu dijadikan patokan atau pijakan pada setiap tahapan kegiatan hulu-hilir migas. Kepatuhan tersebut harus dijaga dengan komitmen yang kuat dengan membangun monitoring, reporting, verification (MRV) secara konsisten.
Sehingga, target penurunan gas rumah kaca (GRK) Second Nationally Determined Contributions (SNDC), seperti tercantum pada dokumen Enhanced NDC, dengan target penurunan emisi GRK pada 2030 sebesar 31,89% tanpa syarat dan 43,20% dengan dukungan internasional, tercapai secara nyata, realistis.

Pada sambutan Pembukaan seminar nasional geopolitik tersebut, antara lain disampaikan oleh Menteri ESDM yang diwakili oleh Plt. Kepala Badan Geologi, Dr. Lana Saria, S.Si., M.Si., mempresentasikan topik tentang “Unlocking the 2026-2029: Roadmap Investasi Energi Pasca Disrupsi Geopolitik Global”, kemudian berturut-turut oleh Sugeng Suparwoto, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Prof. Dr. Ir. Indroyono Susiloesilo, M.Sc., dan Prof. Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D., Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB). Acara berlangsung dengan penuh keakraban, ditutup dengan sesi halal bihalal.

Back To Top